Tuesday, May 29, 2012

Dealing with ventriculomegaly

Kehamilan adalah anugerah, maka sudah sepantasnya kita menyambut dengan gembira, menjaga sepenuh hati, dan menjalani dengan bahagaia namun tetap berhati-hati..
Seperti itulah kurang lebih gambaran perasaan saya pas hamil kurang lebih setahun yang lalu. Bahagia meluap-luap, selalu tidak sabar menunggu saat kontrol ke dsog untuk mengetahui perkembangan baby di perut, udah segede apa yaaa

Di sekitar pertengahan usia kehamilan, saya melakukan tes torch di dsog dekat rumah, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ semua aman. Lega.
Seminggu kemudian, saya harus terbang lagi ke Mojokerto karena kakak akan naik haji. Untuk keamanan dan ketenangan hati saya, saya minta surat persetujuan terbang dari dsog, baik di Mojokerto maupun di Jakarta.

Ketika kontrol di Mojokerto, tak terdeskripsikan rasanya ketika dsog menyampaikan ada masalah di kandungan saya. Beliau bilang di kepala baby ada pelebaran pembuluh darah, resiko terbesar adalah hydrocephalus. Astaghfirullah..
Beliau menyarankan untuk periksa ke dsog ahli usg di surabaya untuk mengetahui detailnya, dan tak lupa menenangkan hati saya

Sambil menunggu jadwal konsul dg Prof Erry Gumilar (nama dsog yg direkomendasikan), saya ga berhenti mikir, how come? Semua terlalu mendadak, bahkan saya sampai ga bisa nangis saking khawatirnya.. Seminggu yang lalu saya baru konsul dg dsog di Jakarta, bahkan tes torch, dan hasilnya bagus.. Kalau memang ada kelainan mestinya sudah terdeteksi *sambil berharap dokter salah usg

Setelah bertemu Prof Erry, beliau meyakinkan bahwa janin saya mengalami ventriculomegaly, pelebaran ventrikel kepala. Ga tanggung-tanggung, dengan jenis severe (lumayan gede) dan bilateral (kanan kiri), nothing to do, hanya bisa berdoa dan terus dikontrol. Beliau menenangkan bahwa kasus seperti ini bisa hilang sendiri, namun bayang-bayang hydrocephalus tetap ada kalau pelebarannya progresif. Untuk selanjutnya, karena saya tinggal di jakarta, kontrol akan dirujuk ke dr.Azen, ahli usg juga

Di Jakarta, saya tinggal cuma berdua hubby (dan 2 ekor kucing :D)  jadi semuanya saya lakukan sendiri, keluarga besar hanya support by phone. Dr.Azen juga sependapat dengan prof. Erry, tidak ada tindakan yang bisa dilakukan selama bayi baru lahir. Beliau hanya bisa membantu kontrol dan membekali saya 5 butir antivirus (jaga2 siapa tau kehamilan saya terinfeksi)

Sisa kehamilan saya jalani dengan perasaan was was namun (harus) tetap tenang agar kandungan tetap sehat (ibu hamil dilarang stres)
3 minggu sekali saya kontrol ke dr.Azen (daftarnya harus jauh hari nih dokternya) dan saya memutuskan untuk berhenti kontrol ke dsog dekat rumah tempat saya periksa 5 bulan sebelumnya karena merasa beliau gagal mendeteksi kelainan pada janin saya (beliau berbesar hati mengaku tidak bisa membaca hasil usg dengan akurat). Karena dr.Azen hanya fokus memantau kelainan janin, saya juga konsul ke spog lain untuk memantau kondisi saya, dan pilihan jatuh pada dr.Ahmad Mediana

Di jalur non medis, selain tak putus memanjatkan doa selepas shalat, saya berikhtiar dengan selalu minum air zam zam sebagai pengganti air putih (tak lupa berdoa menyampaikan maksud saya sebelum minum). Di mojokerto, mami memanggil pengajian, khataman dan meminta doa dari para Kyai yang salah satunya memberi saya amalan dzikir yang dibaca selepas shalat sambil mengusap perut. Kemudian saya juga rutin menghadiri pengajian ustadz Yusuf Mansyur (kala itu masih di MNCTV) yang kebetulan ada satu episod khusus untuk ibu hamil, para ibu hamil diundang dan berdoa bersama. Subhanallah rasanya nyamaan sekali..

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ di akhir kehamilan, Allah menjawab segala doa saya, ventrikel bayi tidak progresif, walaupun tidak hilang juga.. (cerita lengkap saat melahirkan saya tulis nanti yaa)
Bayi saya dinyatakan sehat dengan apgar 9, walaupun masih harus terus dipantau pertumbuhan dan perkembangannya, tapi syukur tiada terkira sampai saat ini (usia 15 bulan) sangat sehat dan sedang aktif-aktifnya berjalan
Sehat dan ceria di usia 5 bulan :)

Dari pengalaman kehamilan pertama ini, saya mendapatkan banyak hikmah. Terutama bahwa "semua dari Allah, kembali ke Allah", apapun bisa terjadi dengan kehendak Allah.. Jangan berhenti meminta, ikhlas dan bersabar hingga Allah memberi jawaban terbaik

Note: tentang ventrikulomegali bisa dibaca di sini,  di sini dan juga di sini

6 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Mbak. Waktu kontrol di mojokerto dengan dr siapa mbak? Trima kasih

    ReplyDelete
  3. Mbak. Waktu kontrol di mojokerto dengan dr siapa mbak? Trima kasih

    ReplyDelete
  4. Mbak... Waktu kontrol di dokter mojokerto, dengan dokter siapa?

    ReplyDelete
  5. Mba...boleh minta no Wa..
    Pengen sharing ttg ventrikulomegali

    ReplyDelete
  6. halo mba boleh mba bisa ngobrol dgn mba lebih lanjut? kebetulan janin saya mengalami hal yang sama :(

    ReplyDelete