Selamat siaaang...
Sebelumnya saya mau minta maaf kalau postingan saya ngga terorganisir dg baik.. idealnya untuk blog yang membahas aoal anak, postingannya terarah dan sesuai tahapan tumbuh kembang anak, misalkan hari ini mpasi - trus lanjut weaning - lanjut lagi toilet training dst dst Lha ini habis bahas apa lanjut ke mana alias ga nyambung.. maklum lah ya golongan darah O jalan pikirannya suka loncat-loncat *asli ngasal :D
Postingan kali ini pun terlintas ketika lagi bengong nyusuin baby M (nah kaaan berita melahirkannya aja blm diposting tau2 flashback cerita weaning kknya) hehehhe.. cerita lahirannya menyusul yaaa
Dari awal menyusui, alhamdulillah tidak ada kesulitan sama sekali sehingga saya bertekad awal yg indah ini harus diakhiri dengan indah pula. Ga pake tipu-tipu, no pait-pait, ga pengen anak menangis kejer karena dipisah paksa dr nenen, jadi saya ga menarget harus weaning di usia berapa. Mengalir aja mengikuti tahapan yang ada (ehm)
Dimulai dari usia setahun lebih dikit, ketika dikenalkan dg UHT langsung coblos dr kemasannya.. saya harus meninggalkan Farhan untuk urusan pekerjaan part time (full time nya kan sebagai emak rumahan ya ;D) 1-2x seminggu selama 3 - 7 jam Karena tidak terbiasa memerah asi, percobaan perah asi di usia 1th gagal total, mungkin karena belum paham betul caranya, jadi ketika ditinggal, Farhan minumnya air putih - sari buah - dan sedikit susu uht dari gelas atau sedotan. Berjalan lancar, selama ditinggal Farhan tidak rewel dan bisa tidur siang dg nyenyak walaupun harus diayun dalam gendongan terlebih dahulu Oya, sengaja saya tidak mengenalkan botol dot karena konon menyapih anak dr botol dot akan jauh lebih susah, dan saya percaya, hehehehe.. Di usia ini, saya tidak lagi menjadikan nenen sebagai senjata untuk menenangkan Farhan. Misalkan saat dia jatuh dan menangis, daripada langsung menyodorkan asi, saya lebih memilih untuk memeluknya atau mengusap-usap bagian yang sakit atau meniup-niupnya Selanjutnya di usia 1.5th, Farhan sudah bisa mengawali tidur siang tanpa nenen, mostly ketika saya sibuk di dapur dan Farhan main bersama pengasuhnya, tau-tau ketiduran sendiri, walaupun masih minta nenen di tengah tidurnya, tetap saya berikan. Untuk tidur malam, tetap harus nenen dulu dan terbangun 2-3x di tengah malam untuk nenen Di usia 1.75th *tanggung amat yak.. :D Saya mulai menerapkan area nenen, jd nenen hanya diberikan di kamar aja, kalau lagi asik main tiba2 minta ya ke kamar dulu (kebetulan sy tidak membiasakan Farhan main di kamar tidur) dan saya ngga pernah nawarin nenen lagi, kalau Farhan minta baru saya berikan. Tujuannya adalah latihan selama mungkin berjauhan dengan nenen Setiap malam saya selalu bilang, nanti kalau Farhan sudah ulang tahun ke dua, tiup lilin, nenen ditutup yaa, sudah besar minumnya dari gelas.. dan kebanyakan jawabnya adalah mamau! (Maksudnya bilang ngga mau) mamau 2th, mau enen aja.. :D Dalam hati saya jawab, terserah sayang, selama kamu mau aja, hihihihi Di usia 23 bulan, mendadak nipple saya lecet parah, luka terbuka dan perihnya Subhanallah.. (T-T) entah kenapa, padahal Farhan ngga pernah sekalipun menggigit Saya oles asi dan dibiarkan mengering yang katanya ampuh mengobati lecet, doesn't work at all.. kamilosan + minyak zaitun juga tidak membantu sama sekali, butuh waktu 3 hari untuk meredakan nyerinya, tp sekali dinenen langsung luka lagi terbuka.. hampir setiap Farhan minta nenen saya menggigit bibir bahkan sampai menangis saking sakitnya, dan akhirnya 2 minggu kemudian saya menyerah :( Dalam hati saya tidak rela kalau harus menyapih sekarang, tp luka ini begitu menyakitkan.. Diskusi dg suami dan beliau setuju2 saja karena toh hanya tinggal beberapa hari lagi menuju 2th jadi Farhan sudah cukup mendapatkan haknya Malam pertama weaning, saya mantapkan hati, saya katakan "Farhan, nenen mama sakit, Farhan minumnya dari gelas yaa" (sambil menyodorkan segelas air putih) Farhan merengek sebentar tapi akhirnya mau lanjut main (amazing! Hahahaha) saya tunggu sampai dia benar2 mengantuk. Dan di malam pertama, Farhan tidur pukul 1 dini hari :D Di tengah tidurnya dia minta nenen, saya katakan lagi "Farhan, nenen mama sakit, Farhan minumnya dari gelas yaa" tetap sambil menyodorkan air putih (bukan susu karena saya khawatir sisa susu ketika tidur akan merusak giginya) Di luar dugaan, walaupun sambil merengek sedikit, Farhan menerima gelas itu, minum, dan lanjut tidur dengan di mpok2 pantatnya (yesss... awal yg baik) Malam kedua berjalan lebih baik, tidur jam 12 dengan ritual dan jawaban yang sama Malam ketiga jam 11, malam keempat jam 10, sampai sekarang ternyata baru bisa tidur jam 10 walaupun sudah masuk kamar dari jam 8 Di malam ketujuh, tanya jawab berakhir, Farhan tidak pernah meminta nenen lagi dan berhasil tidur lelap sepanjang malam tanpa terbangun Alhamdulillaah.. good job boy! Farhan berhasil melewati satu tahap lagi menuju dewasa.. Jadilah anak sehat, pintar dan mandiri ya nak.. Keinginan saya untuk weaning with love tercapai dengan baik (walaupun belum 2th melainkan hampiiir :D) Kami bisa mengakhiri dan mengenang masa menyusui yang indah dengan senyuman, bukan dengan drama atau tangisan pilu, Alhamdulillaah.. (♡˙︶˙♡)


.jpg)
.jpg)