Monday, June 11, 2012

Delivery time, the day he was born :')

Pregnancy is fun, tapi rasanya tak sabar menunggu hari kelahiran :)

Pada saat hamil, saya masih kuliah, errr lebih tepatnya menyelesaikan skripsi, dan kehamilan merupakan motivasi terbesar saya untuk ngebut karena saya ga rela ketika baby lahir pikiran saya terbagi dengan skripsi, ehehehe..
Skripsi pulalah yang membuat saya harus bolak balik jakarta-malang, baik naik pesawat maupun KA. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ baby kuat, skripsi pun selesai, dan saya diwisuda pada usia kehamilan 7bulan (з´⌣`ε)

Di jakarta saya hanya berdua suami, keluarga dengan lokasi terdekat adalah tante di bandung, jadi kami putuskan untuk melahirkan di sana

Seminggu sebelum melahirkan, saya sudah "standby" di rumah tante, dg memboyong semua perlengkapan newborn. Saya akan menjalani sc (sectio caesaria a.k.a operasi caesar) terjadwal. Alasannya ada 2, yg pertama adalah suspect ventriculomegaly janin saya (cerita lengkapnya di sini) dan yg kedua adalah saya menderita miopi lumayan tinggi (di atas minus 8, tp lupa angka persisnya ^^). Ventriculomegaly dikhawatirkan membuat kepala janin tidak muat di jalan lahir, dan miopi yg tinggi membuat mata saya  dikhawatirkan terjadi ablatio ketika mengejan, dg resiko terbesar kebutaan :(
Sebenarnya mendekati hari kelahiran, dsog rujukan di bandung *dr. Udin Sabarudin yg benar2 sabar :) menyatakan saya boleh melahirkan (partus) normal, kepala janin normal, dan resiko ablatio bukanlah suatu hal yg mutlak a.k.a bisa saja tidak terjadi walaupun minus saya tinggi
Tapi dari pihak keluarga tidak memberi restu partus normal, terutama suami, katanya kebutaan cukup mengerikan untuk dipertaruhkan :( dan sejujurnya saya jg tidak siap untuk partus normal karna dari awal sudah di"sounding" harus partus sc, jd saya tidak membekali diri dg rajin senam hamil maupun jalan pagi, hehehehe jangan ditiru yaa

Jadwal operasi saya adalah hari jumat, 11 februari 2011. Suami baru berangkat ke bandung tgl 9 malam. Pukul 01.00 dini hari, suami telfon. As usual, saya pikir dia minta dibukakan pagar. Ternyata tidak. Dg suara panik, dia blg mengalami kecelakaan di gerbang tol pasteur dan minta dijemput! Ya Allah, deg-degan tak terkira.
Berdua tante, saya menjemput di lokasi kecelakaan.. اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ  mobil hancur hampir 80% tp الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ suami (dan kucing) selamat..
Keluarga tak henti-henti memberikan semangat.. Dan saya berusaha tak memikirkannya mengingat besok saya harus sudah masuk rumah sakit, yang penting semua selamat, begitu pikir saya

Hari kamis sore, saya di rumah sakit. Sudah menjalani tes darah, jantung dll layaknya operasi besar. Dan malamnya saya tidur sangat nyenyak :)

Hari jumat subuh, saya sudah mulai puasa karena operasi terjadwal setelah shalat jumat. Pukul 12.00 saya masuk ruang operasi. Suami, mami dan tante memberi semangat dan doa sebelumnya, sayang sekali suami tidak diijinkan merekam walaupun kita sudah ready dg handycam

Saya dibaringkan di tengah ruangan dg lampu bundar besar di tengah, persis di film-film :) musik lembut mengalun. Dokter anestesi meminta saya membentuk tubuh bungkuk posisi udang, dan obat bius disuntikkan. Tak lama kemudian bagian ulu hati ke bawah mati rasa. Dokter mulai menyayat. Saya mengamati semua proses dari pantulan kap lampu di atas saya, tidak ada ketakutan. Yang ada cuma rasa tidak sabar bertemu bayi saya, sehatkah dia?

10 menit kemudian, perut saya didorong-dorong, lalu terdengar tangisan bayi. Dokter anestesi di atas kepala saya bilang "selamat ya bu, anaknya laki-laki, sehat" saya tersenyum lalu bertanya "kepalanya bagaimana dok?" tapi tidak ada yg menjawab. Saya juga tidak diijinkan melakukan IMD (inisiasi menyusui dini) karena dokter anak harus segera memeriksa kondisi bayi :( jadi saya menjalani 40menit di ruang operasi, menunggu dokter selesai menutup rahim dan perut saya dg perasaan masih cemas. I haven't seen my baby yet :'(

Keluar dari ruang operasi, saya dipindah ke ruang pemulihan. Sekitar 2 jam saya di sana. Mendadak tubuh menggigil hebat.. Bergetar suara saya memanggil perawat yang bergegas menyuntikkan sesuatu, entah apa. Cukup lama saya menggigil hingga reda dan perlahan bagian tubuh yg mati rasa pulih, nyeri mulai datang. Saya haus sekali. Saya memanggil perawat untuk minta air, tidak diijinkan karena pengaruh bius belum hilang total. Untungnya ada seorang dokter yg baik memberi saya minum, tp berulangkali diingatkan pelan-pelan saja agar tidak muntah.

Keluar dari ruang pemulihan, suami menunggu. Kami segera kembali ke kamar. Saya tanyakan kondisi bayi kami, dia hanya bilang "sehat, nanti adek lihat sendiri yaa" sama sekali tidak menenangkan :)

Di kamar, perut saya lapar sekali. Tidak ada bubur atau apapun disiapkan petugas gizi. Jadi saya minta suami beli nasi goreng, padahal sebagai ahli gizi, saya tahu bahwa post op harusnya saya "hanya" makan bubur halus dulu, tapi lapar mengalahkan segalanya hahahahaha.. Untung tidak muntah :)

Saya segera minta bayi dibawa ke kamar. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ bayi mungil itu ternyata sehat, tak kurang suatu apapun. Dengan berat lahir 3530 gram, panjang 50.3 cm, kami beri nama dia Farhan Muhammad Rafirly

Welcome, Farhan! :)

Malam itu, nyeri di perut terasa hebat.. Suami dengan sabar memenuhi semua kebutuhan saya (っ˘з(˘⌣˘ )  hingga esok paginya perawat mengatakan saya baru boleh menyusui dan membawa bayi sekamar jika saya sudah bisa berjalan. Nyeri luar biasa tak saya rasakan, saya paksa belajar jalan demi cepat menyusui, saya tak rela baby Farhan berlama-lama minum susu kaleng.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ di hari minggu saya sudah lancar berjalan, baby juga langsung pintar menyusu, jadi senin pagi saya sudah bisa pulang
°\(^▿^)/°


Melahirkan itu perjuangan, baik normal maupun operasi, tetap mempertaruhkan nyawa.. Dan untuk hebatnya rasa sakit yang kita rasakan, kita pantas dipanggil ibu ˆ⌣ˆ

Saturday, June 9, 2012

Carseat

Buat saya, carseat itu penting..

Perkenalan saya dg carseat termasuk telat. Farhan baru dikenalkan carseat di usia menjelang 4bulan.
Awalnya saya ragu menggunakan carseat, jadi si ayah juga ikutan tidak yakin. Tapi pikiran berubah setelah melihat carseat ferrari warna merah yg keren *salah motivasi :D
Sekarang di usia 15 bulan, Farhan sudah terbiasa anteng di carseat, malah kalau ga duduk di sana dia bertingkah dan perjalanan jadi ga nyaman. Ternyata carseat banyak manfaatnya, yang sudah saya rasakan antara lain:
1. Lebih safe pastinya, anak duduk dengan seatbelt yang aman, menjaga dari benturan atau terpelanting ketika (amit-amit) ngerem mendadak
2. Lebih nyaman, baik buat anak atau mamanya. Kalau di carseat, Farhan bisa cepet bobo, ga pegel pangku atau menyangga badannya, mama jadi bisa ikutan bobo :D
3. Jadi bisa pergi cuma berdua sama yang nyetir

Dari jenisnya, carseat ada 3 macam, masing-masing ada plus minusnya:
1. Infant carseat, untuk baby dg berat 0-13kg. Posisi tiduran dan ukurannya kecil jadi lebih nyaman untuk baby newborn. Bentuknya mirip keranjang, jadi ketika kita perlu turun dari mobil (ke mall misalnya) sedangkan baby masi bobo, tinggal angkat aja se-carseatnya, tidak perlu membangunkan baby. Bahkan beberapa infant carseat bisa di-attach ke rangka stroller sehingga lebih prak is. Kekurangannya adalah walaupun bisa sampai 13kg (biasanya berat 13kg tercapai umur 1th ke atas) tapi biasanya panjang bayi sudah ga muat di usia menjelang 1th. Jadi maksimal umur 1th sudah perlu ganti carseat yg lebih besar
2. Infant to toddler, bisa dari baby sampai balita 0-18kg. Yang ini lebih awet karena bisa dipakai sampai balita. Untuk baby pemakaiannya dihadapkan membelakangi kemudi dan untuk balita searah kemudi. Tapi bentuknya agak besar walaupun bisa di-reclining tapi posisinya tidak se"tidur" carseat infant. Tampak kurang nyaman untuk bayi kecil.
3. Toodler, buat balita yang lebih besar. Bentuknya hampir mirip jok mobil biasa. Penggunaannya bisa diganti dg booster seat

Farhan sendiri pakai yg no 2. Dg alasan lebih awet n biar ga sayang ganti-ganti carseat *emak perhitungan :D awal-awal kalau kurang nyaman bisa ditambah cushion (semacam bantalan), tapi umumnya carseat tipe 2 ini sudah dilengkapi cushion dan headrest yang bisa dilepas kalo anak sudah lebih besar

usia 4 bulan, carseat membelakangi kemudi. dengan posisi fully recline masih tampak setengah duduk, untuk menatasinya bisa ditambah bantal





Agar carseat berfungsi maksimal dan anak tetap nyaman, ini dia rulesnya:
1. Pastikan carseat terpasang sesuai petunjuk penggunaan. Dikaitkan dengan seatbelt mobil. Carseat yang sudah terpasang dengan baik tidak banyak bergerak saat digoyangkan
2. Jangan pasang carseat di seat samping kemudi. Berbahaya.
3. Untuk bayi, carseat di hadapkan membelakangi arah kemudi. Karena bayi belum bisa menahan berat badannya jika terjadi benturan atau pengereman mendadak. Setelah 1th boleh dipindah arah menghadap searah kemudi
4. Selalu letakkan anak/bayi di carseat dg seatbelt yang terkunci
5. Jangan meletakkan anak/bayi di carseat lebih dari dua jam, untuk menghindari kelelahan otot yang masih lemah
5. Agar anak betah di carseat, alihkan dengan mainan atau camilan, ajak ngobrol atau bernyanyi

Usia 13 bulan, carseat hadap searah kemudi agar tidak bosan :)

Usia 15 bulan, lagi traveling surabaya, mulutnya masih ngunyah :) pinjam carseat sepupunyaa

Well... Have a nice trip! (^-^)

Monday, June 4, 2012

MPASI 1y+: bola-bola nasi

Farhan susaah banget makannya, dari awal mpasi bukan tipe yang hap hap hap gitu
Entah masakan saya yang kurang mantap (˘̩-˘) atau ada faktor lain (tumbuh gigi mungkin)
I'm not good at cooking, tapi prinsip saya mending Farhan makan masakan saya (walaupun seuprit) daripada makan makanan bayi instan. And I'm proudly say: sampai sekarang (15 bulan) Farhan belum "tersentuh" instant food (yeey)
Minimal masakan saya udah pasti bebas pengawet dan tambahan berbahaya, dibuat dengan cinta, bukan mesin, mhohohoho

And, here we have for lunch, one dish meal untuk bocil yang lagi males makan, resep asli dari bukunya mbak Nandra pemilik katering anak bebitang yang kece tapi sudah saya modifikasi dengan bahan seadanya di kulkas

Bola-bola nasi (untuk usia 1th+)
Bahan:
1 potong daging (seukuran genggaman bayi) cincang halus
5 batang buncis baby, iris tipis
3 kuntum brokoli, cincang
1 siung bawang putih, cincang halus
1/2 bawang bombay, cincang halus
2 sdm terigu
3 sdm butter (atau margarin)
70ml susu uht plain
30g keju parut
70g nasi putih

Cara membuat:
1. Kukus daging, buncis dan brokoli hingga matang
2. Panaskan butter, tumis bawang putih dan bombay hingga harum
3. Masukkan terigu, aduk cepat
4. Masukkan susu uht, keju, daging dan sayur, aduk rata
5. Masukkan nasi, aduk hingga kalis, angkat
6. Setelah dingin, bentuk bulat-bulat
Taraaa... inilah hasilnya (^-^)d


Di resep aslinya, bahannya pakai ayam, buncis dan wortel, jadi warna matengnya bagus, ga kayak punya saya *ngeless
Trus aslinya dibuletin segede bola pingpong, tapi kalo saya bentuknya segede kelereng karena biar pas seukuran suapan Farhan yang suka irit buka mulutnya ˆ⌣ˆ , tapinya lagi lumayan bosen juga loh bulet-buletin kecil gini (¯―¯٥)

Yakk demikian, selamat makann, semoga lahap hap hap hap