Waaw.. Ga kerasa lama juga ya saya ga nulis blog.. Maklum lagi bingung bongkar pasang art alias prt alias rewang (bhs jawa) hehehehe.. Next time kita bahas di lain kesempatan *wink
Mengenai cerita pembesaran ventrikel di kepala Farhan, saya mendapat beberapa respon dari ortu yg sedang mengalami hal serupa. Saya tahu ini sangat berat, thats why saya membagi pengalaman via blog.. Ga ada maksud apa2 selain saya tau dulu betapa frustasinya saya
Nah karena Farhan sudah hampir 2 tahun, saya memutuskan untuk kontrol sekali lagi, make sure bahwa pelebaran ventrikel di kepalanya bukan lagi ancaman. Atas rekomendasi seorang sahabat, saya memutuskan konsul dg dr.Hardiono Pusponegoro, spesialis syaraf anak dan kabarnya famous twitterland (maklum nih bukan anak gaul twitter, hahahaha)
Setelah waitinglist selama 2 minggu (kayaknya kurang hoki nih, karena sahabat saya ga pakai acara waiting list, langsung bikin appointment pada hari yg sama) bertemulah saya dg dokter yg akrab disapa opa (kakek) ini..
First impression, beliau terlihat sabar n sudah biasa handle balita (ya iyalaah, kan dokter spesialis yg udh pro yaa) terlihat sekali beda levelnya dengan dokter anak biasa *maaf yaaa yg merasa :)
Saya pun cerita permasalahan bla bla bla dan opa segera melakukan beberapa tes.. Yg pertama ukur lingkar kepala, cek ubun2 apa sudah menutup, pukul2 ringan beberapa persendian Farhan.
Selanjutnya Farhan diminta memasang puzzle sederhana, menyusun kubus, menunjuk gambar, menyebutkan gambar, mengambil bola, menyebut anggota badan n wajah, dll
Singkatnya, alhamdulillah opa sudah tidak mempermasalahkan ventrikel kepala karena ubun2 sudah menutup dan lingkar kepala normal, berat badan dan tinggi badan juga ga ada masalah (14kg 89cm) insyaAllah tidak ada yang perlu dikhawatirkan, jadi Farhan tidak perlu melakukan MRI..
Tapiiii, untuk tes bicara, untuk usianya yg saat itu 23 bulan, Farhan seharusnya sudah bisa mengucapkan kalimat sederhana, minimal 2 kata. Hmmmm sebenarnya Farhan sudah bisa, seperti mama ayah, tii maaam (tri makan - minta makan sama mbaknya) tapi waktu di depan opa, Farhan ga mau bicara, jadi dianggap belum bisa. Maka dari itu opa menyuruh saya baca buku yg berjudul "it takes two to talk"
Isinya mengajarkan orang dewasa bagaimana cara merangsang anak bicara, dan sebenarnya sebagian besar isi buku itu sudah saya terapkan lho, tinggal tunggu waktu aja kayaknya *ngelesss
Dan setelah saya bilang hal ini ke Mbak Tri, malah jadinya rumah berisik, jadi dia yg cerewet banget dg maksud ngajarin Farhan ngomong, heheheehehe.. Nggak apa2 lah ya tahan bentar, demi anak *sigh
Nanti kontrol lagi ke opa setelah 4 bulan untuk mengetahui perkembangan bicara Farhan, semoga saat ketemu lagi sudah ceriwis ya naak..
![]() |
| Sehat terus ya sayaaang *kisskiss |
Oya ketika saya tanya kira2 kenapa Farhan bisa mengalami ventrikulomegali padahal saya tidak mengalami infeksi tokso, rubella, cmv maupun herpes, opa bilang mungkin karena obat yg dikonsumsi selama hamil. Hmmm memang sih saya pernah minum obat flu di awal kehamilan, tapi itu ketika saya belum tahu hamil karena belum jadwalnya haid jadi belum tau telat apa engga, apa itu pengaruh ya?
Lebih jelasnya sih nanti mau ditanyakan pada dokter kandungan kalau sudah mau program anak kedua, yaaay ga sabar pengen punya baby lagi deh, doakan saya yaaaa ;)
